Vote Komodo Hanya Rekayasa

Di SWISS, Yayasan N7W Tak Dikenal

ZURICH– Polemik yayasan The New Seven Wonders of the Word (N7W) yang mengaudisi tujuh keajaiban dunia baru kembali mencuat. Selain tidak diakui UNESCO sebagai lembaga resmi PBB yang bertanggung jawab akan pelestarian budaya dunia (word heritage), kiprah N7W di Indonesia disebut-sebut merugikan masyarakat.

Sebab ada mobilisasi via SMS untuk memenangkan Taman Nasioanal Komodo (TNK). Padahal sebelumnya, UNESCO menentukan keajaiban dunia berdasar penelitian mendalam dengan melibatkan pakar arkeologi, tidak berdasar jumblah pemilih (vote) via Internet maupun SMS.

Dubes RI di Swiss Djoko Susilo mengungkapkan, sejak awal dirinya yakin ajang pemilihan tujuh keajaiban baru dunia itu hanya akal-akalan yayasan milik Benard Weber itu

“Logikanya keajaiban tidak mungkin via Vote seperti itu.Seperti ajang Indonesia Idol saja, banyak yang SMS akhirnya menang. Ini masalah Heritage, bukan audisi calon artis” tegasnyakepada jawa pos di kantornya, Elfenauwes 51, bern, Swiss.

Dia menjalaskan, sejak awal dirinya yakin bahwa N7W adalah ajang bisnis semata. Sebab, yang dia tahu, Orang Swiss memang paling jago membuatsemacam Evebt Organizer (EO) atau kegiatan apapun yang bias menghasilkan uang. Di Swiss, kegiatan semacam N7W sah-sah saja dan tidak bias dikategorikan penipuan.

“Kegitan seperti itu biasa di Swiss. Pemerintah Swiss tidak menganggap penipuan. Sah-sah saja orang bikin semacam Awar-award-an seperti itu. Kegiatan-nya ada koq. Cuma, masalahnya, kredibel atau tidak. Lagi, kegiatan itu di Indonesia merugikan banyak orang dengan berkirim SMS,” ujarnya.

Menurut Pria kelahiran boyolali itu, sejak masuk Swiss sebagai Duta Besar pada maret 2010, dirinya belum pernah mendengar nama N7W. Dubes yang dia gantikan , Lucia H. Rustam, saat serah terima jabatan juga sama sekali tidak pernah menyinggung N7W.

Padahal kedubes RI di Bern, Swiss, pernah menerima sertifikat bahwa TNK (Taman Nasional Komodo) menjadi salah satu di antara 28 finalis keajaiban dunia.

Di sertifikat itu tertulis : Dibuat di Zurich pada 21 Juli 2009 dan ditandatangani dua orang. Yakni, Prof Federico Mayor (Presiden panel N7W) dan Bernard Weber(pendiri kampanye N7W)…. Bersambung

Sumber: harian jawa pos rabu 2 November 2011

Iklan

, , , ,

  1. #1 by Asop on November 2, 2011 - 9:17 pm

    UNtung pihak Indonesia pintar, gak mbayar biaya yang mahalnya minta ampun itu….

  2. #2 by Sugeng on November 2, 2011 - 9:28 pm

    Baru terbuka kedok asli KADAL dari swiss 😆

    Salam hangat serta jabat erta selalu dari Tabanan

  3. #3 by lozz akbar on November 2, 2011 - 9:39 pm

    Ambil sisi positifnya saja, setidaknya sekarang dari yang tidak mengenal TNK jadi bisa kenal

  4. #4 by Sofyan on November 2, 2011 - 9:46 pm

    Hmm..tadi saya baca di blog tetangga beserta tanya jawab sama duta besar Pulau Komodo yaitu Bpk. JK (Jusuf Kalla),, New 7 Wonders itu memang tidak diketahui keberadaany di Swiss,,tapi entahlah, sepakat sama komentar Uncle Lozz, ambil hikmahnya saja…

  5. #5 by Lesti Permatasari on November 3, 2011 - 6:07 pm

    .lalu bgaimana tndak slnjutnya ?

  6. #6 by Mama Rani on November 4, 2011 - 7:42 am

    Walau orang-orang pada heboh sama tarif sms vote komodo yang cuma Rp.1,- atau malah ada yang gratis..entah kenapa saya kok ndak minat ngevote lewat sms ya ;D
    Udah rada curiga juga sih…

    Pernah ngevote, tapi yang via webnya..^_^

  7. #7 by obat tradisional keputihan on November 9, 2011 - 9:49 am

    nasib pulau komodo terombang-ambing…

  8. #8 by xamthone plus on November 11, 2011 - 1:21 pm

    untung ane gak vote…hehehhehe

  9. #9 by Leo Ari Wibowo on November 12, 2011 - 8:36 am

    Saya sejak awal sudah yakin kalau itu scam, jadi nggak vote. Tapi anehnya, di TV-TV malah menganjurkan untuk vote. Gimana sih praktisi informasi kita ini, berita nggak valid kok dipromosikan.

  10. #10 by Aank budi santoso on November 15, 2011 - 10:41 am

    Kira2 siapa ya yanh jadi juara

  11. #11 by alisalv on November 23, 2011 - 4:22 am

    setahu saya Komodo itu binatangnya stresan kalo ada org banyak. lha ntar klo misal turis makin banyak datang, apa ga bikin hewan tercinta kita ini sekarat?

    sialnya pake menang lagi huft

  12. #12 by drkurnia on November 30, 2011 - 4:17 pm

    Kenapa kita masih saja jadi korban kapitalisme??? 😦

  13. #13 by Jefry on Februari 4, 2012 - 3:49 am

    Semoga pemerintah kita pintar dan tidak mudah tertipu ya
    nice share,,

  14. #14 by John on Agustus 24, 2015 - 11:16 am

    termakasih infonya, visit blog dofollow saya juga ya gan 🙂 , Abeje

  1. Vote Komodo Hanya Rekayasa « The Rainbow
  2. Vote Komodo Hanya Rekayasa Januari 31, 2012 « Teguh Prasetiawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: