JADILAH SEBUAH WADAH (PEMIMPIN) YANG BIJAK

Untitled-1 copy

Bayangkan jika kita menjadi sebuah wadah dari tetesan air hujan, Maka apa yang akan kita lakukan?…..

  • Jadilah wadah dan jangan jadi kapak

Jika Anda dipercaya menjadi wadah dari setiap tetesan air hujan jangan sekali-kali Anda berperilaku sebagai kapak, kenapa? Karena kapak senantiasa membeda-bedakan dalam artian dia suka tebang pilih….. Jadilah sebuah wadah yang bisa menampung setiap tetesan air hujan tanpa tebang pilih.

Tidak peduli tetesan air hujan itu dulunya berasal dari mana (sungai, laut, comberan, kolam) semua sama…. Cuma ada satu sudut pandang bahwa mereka adalah tetesan air hujan yang membutuhkan sebuah wadah.

  • Jadilah Wadah yang bisa menampung

Jika Kita sudah bisa menjadi wadah dari tetesan air hujan, udah sepatutnya kita menjadi penampung serta menjaga setiap tetesan air yang masuk kedalam wadah dengan sebaik-baiknya. Jangan sekali-kali kita menjadi wadah yang bocor….. Kalau kita menjadi sebuah wadah yang bocor lalu apa fungsinya kita dijadikan wadah?

  • Jadilah Wadah sekaligus penyaring

Sadarilah tidak semua tetesan air hujan itu jernih, maka Anda sebagai wadah selain sebagai penampung  seharusnya Anda berfungsi juga sebagai penyaring. Penyaring disini bukan berarti Anda harus mempetak-petakan tiap tetesan air, melainkan anda harus menyatukan beberapa perbedaan itu….. sehingga saat aliran air hujan ini keluar dari wadah menjadi sebuah kesatuan yang indah….. ingatlah anda sebuah wadah dan bukan sebuah penjara

  • Jadilah Wadah yang memberikan aliran

Apa jadinya jika Anda menjadi sebuah Wadah tiap tetesan air hujan tanpa adanya aliran/jalan keluar dari setiap tetesan itu? Sudah pasti air akan meluber kemana-mana.  Maka berikanlah aliran /jalan keluar yang terbaik dengan satu aliran yang sama dan jangan sekali-kali memberikan sebuah aliran yang berbeda-beda (ingat jangan menjadi kapak) baik saat menerima tetesan maupun saat memberikan jalan keluar.

  • Jadilah wadah yang bisa menjaga dan mengayomi

Apabila kita dipercaya menjadi sebuah wadah yang menampung disetiap tetesan air hujan udah sepatutnya kita menjaga atau mengayomi apa yang sudah masuk kedalam wadah, bukan malah mmemanfaatkan ataupun menyalahgunakan setiap tetesan air hujan tersebut.

  • Jadilah wadah yang punya komitmen

Begitu banyak tetesan air hujan yang masuk kedalam wadah dengan latar belakang yang berbeda-beda maka udah sepatutnya kita mempunyai sebuah peraturan untuk menertipkan setiap tetesan yang ada didalam wadah.  Anda sebagai wadah harus bisa membuat komitmen dalam setiap peraturan tersebut…..  Dalam artian apa? “Aturan adalah Aturan” yang dibuat untuk ketertiban setiap tetesan (siapapun yg melanggar itu yang ditindak) dan jangan menjadi “Aturan tinggalah Aturan” dimana akan muncul sebagian atau segelintir tetesan yang bisa kebal hukum atau kebal terhadap aturan tersebut (kembali lagi nich jadi sebuah kapak alias tebang pilih…eheemm)

  • Jadilah wadah yang menghargai isi

Ingatlah sobat saat kita diberikan amanah sebagai sebuah wadah…. jangan sekali-kali menadahkan kepala keatas senantiasalah untuk merendah diri, hargailah dan jagalah setiap tetesan air hujan yang sudah mengisimu didalamnya.

Tetesan air hujan ini masuk kedalam wadahmu karena mereka percaya dan mengakui keberadaanmu dan jangan sekali-kali kamu menistakannya…. ingatlah Tanpa adanya isi maka Anda menjadi wadah yang kosong  dan tiada gunasekarang buat Apa kita jadi jenderal kalau tidak mempunyai pasukan “konyol kan?”

SEMOGA BERMANFAAT, SALAM PERSAHABATAN…… CAYOOOOOOO

Penulis by Menone

image : http://www.google.com

Iklan

, , , , ,

  1. #1 by -Arr Rian- on Maret 28, 2013 - 7:41 am

    syukuri dan jaga apa yang Tuhan berikan, itu yang pasti.

  2. #2 by Lidya on Maret 28, 2013 - 11:36 am

    ikut bersyukur atas yang sudah diberikan Allah

  3. #3 by r10 on Maret 29, 2013 - 4:29 pm

    kisah tentang wadah yah 🙂

    walau berasa aneh analogi wadah sebagai pemimpin

  4. #4 by Rendra on April 1, 2013 - 12:31 pm

    Tidak ada yg sempurna di dunia ini jd syukuri apa adanya pemeberian dr tuhan

  5. #5 by niccaniez on April 1, 2013 - 1:31 pm

    terkadang wadah juga tidak bisa menampung banyak tampungan. jadi bagaimana caranya agar ia bisa menampung semuanya?kalo disaring-saring,ntar dikira tidak memperdulikan pendapat.

  6. #6 by galih n gumilar on April 3, 2013 - 3:08 pm

    keren dah .. artikelnya saya suka

  7. #7 by dimas on April 5, 2013 - 10:12 am

    kurang memahami.. baca 1 x lagi dah

  8. #8 by duniaely on April 5, 2013 - 5:38 pm

    jendral kagak ada pasukannya ? 😛

    apa kabar nih ? kamu tahu nggak ya jawaban dari pertanyaan ini ? http://duniaely.com/2013/04/05/apa-sih-nama-perasaan-itu/

  9. #9 by Rahman Hakim on April 9, 2013 - 1:44 pm

    Thank gan, infonya sangat bermanfaat, ditunggu info selanjutnya…

  10. #10 by puteriamirillis on Mei 11, 2013 - 7:09 am

    keren analoginya menone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: