Posts Tagged demokrasi indonesia

KERUPUK KOPI

kerupuk kopi

Ocegan menambah satu lagi varian camilannya, yaitu kerupuk kopi dengan rasa dan aroma Kopi Capucino…. Rasanya yang kresss serta aroma uniknya membuat produk ini langsung dicari dipasaran.

 

Kami terbuka untuk menjalin kerjasama bisnis dengan siapa saja, bagi yang berminat bisa menghubungi via:

  • Hotline : (0341) 818 9960
  • SMS : 0859 3300 9444
  • BB : 539485AE / 27639480
  • Alamat : Jl. Raya Permata Regency Blok 25 No 6 Karangploso Malang
  • Email : wisataholiday@yahoo.com

kerupuk kopi ocegan

berikut ini daftar harga kerupuk Buah yang sejenis sbb:

 

kerupuk kopi capucino

Kami terbuka untuk menjalin kerjasama bisnis dengan siapa saja, bagi yang berminat bisa menghubungi via:

  • Hotline : (0341) 818 9960
  • SMS : 0859 3300 9444
  • BB : 539485AE / 27639480
  • Alamat : Jl. Raya Permata Regency Blok 25 No 6 Karangploso Malang
  • Email : wisataholiday@yahoo.com

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar

Fenomena QUICK COUNT Pilpres 2014

pilpres 2014
Mungkin Pilpres 2014 kali berbeda dengan Pilpres tahun-tahun sebelumnya, dimana kedua kubu calon Presiden dan Wakil Presiden sama-sama bersaing sangat ketat, dan dengan segala macam cara dibuat untuk saling mencari simpatik masyarakat serta berbagai cara untuk saling menjatuhkan kubu lawan.

Dan yang paling sering kita dengar adalah kampanye Hitam, saling serang untuk menjatuhkan kubu lawan dengan menyebar isu-isu negatif, Isu sosial dll (yang belum tentu kebenarannya). Persaingan sangat terasa sebelum hari pemilihan (9 Juli 2014) mulai dari debat Capres dan Cawapres, berita-berita baik dimedia cetak maupun media sosial yang hampir sepanjang waktu terisi dengan berita-berita perihal pemilihan calon Capres dan Cawapres.

Dan kehebohan bukan saja terjadi sebelum hari pemilihan, namun pada saat setelah waktu pemilihan resmi ditutup dan perhitungan suara dimulai, QUICK COUNT Pilpres 2014 pun mengalami banyak perbedaan. Bahkan yang paling mencolok adalah ada beberapa TV Swasta yg terlihat saling condong ke kubu tertentu saling melempar pendapat bahwa calon merekalah yang menang dengan menunjukan bukti perhitungan cepat tersebut…….

Sekarang yang jadi pertanyaan. pantaskah sebuah media masa bersikap seperti itu? seharusnya posisi mereka adalah menjadi pihak yang netral dimana memberikan informasi dan kebenaran kepada masyarakat…..

Mungkin dikembalikan lagi kepada masing-masing individu, atau ada yang bilang negara kita negara yang demokratis…. iya memang benar negara kita negara yang demokratis, namun apa benar atau dibenarkan jika sebuah media yang dipercaya untuk memberitakan ke kalayak umum sebuah info yang tidak sesuai dengan kebenaran hanya untuk mendukung salah satu kubu.

Jika kita memang sadar dan mengerti makna dari sebuah sistem demokratis, kita akan bisa menerima dan berjiwa besar terhadap apapun hasil dari pemilu kali ini, siapapun tidak ada larangan buat mendukung salah satu kubu dan itu hak setiap individu. Dan kita harus sadar bahwa disetiap persaingan pasti ada yang kalah dan menang, sudah sepatutnya kita bisa menerima dengan kenyataan yang sudah ada. Intinya kita ucapkan Selamat  kepada para pemenang serta tetap menghormati pihak yang kalah itulah inti dari sebuah demokrasi dinegeri tercinta ini…. SALAM

 

Info menarik Lainnya:

 

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

10 Komentar